Pengembangan Wisata di Turi, Sleman: Destinasi Banyak, Kunjungan Minim

turi-7269178
Taman Bunga Turi Sleman, Alamanda Jogja Flower Garden Sumber: instagram.com @wisatasleman

Kapanewon Turi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menawarkan keindahan alam dengan banyak tempat wisata yang menarik. Namun, jumlah kunjungan wisatawan di kawasan itu masih rendah.

Kapanewon Turi di Kabupaten Sleman seturut Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) DIY masuk di Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP) Lereng Merapi Bagian Selatan dan Sekitarnya, yang difokuskan untuk pengembangan wisata alam. Selain Turi, kapanewon lain yang masuk di KPP ini adalah Cangkringan, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Sleman, dan Tempel.

Kawasan lereng Merapi bagian Selatan dan sekitarnya memiliki potensi yang besar sebagai destinasi wisata yang unik. Potensi wisata di kawasan ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Secara khusus, jenis kegiatan wisata yang dikembangkan di Kapanewon Turi adalah wisata alam berbasis pendidikan, yang dilengkapi dengan wisata kuliner, sejarah, dan budaya.

Berdasarkan data yang diperoleh Tim Riset Trisakti Pilar Persada (TPP) dari Kemenparekraf, di kawasan lereng Merapi bagian Selatan dan sekitarnya terdapat beberapa kalurahan yang diorientasikan untuk menjadi desa wisata. Kapanewon Turi hingga tahun 2021 memiliki desa wisata terbanyak dibandingkan kapanewon-kapanewon lain di KPP yang sama, yakni sebanyak 19 Desa Wisata.

untitled-e1683794284380-2367389
Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2021 (diolah oleh Tim Riset TPP)

Terkait itu, Tim Riset TPP menemukan data dari Badan Pusat Statistik (2022) bahwa jumlah pengunjung wisata di Kapanewon Turi lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisata di kapanewon lain di KPP yang sama. Jumlah kunjungan wisata tertinggi ada di Kapanewon Cangkringan.

22-8586981
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2022 (diolah oleh Tim Riset TPP)

Menurut tinjauan Tim Riset TPP, berdasarkan sejumlah sumber informasi yang relevan, terindikasi bahwa ada beberapa hal yang berpotensi mempengaruhi rendahnya tingkat kunjungan wisata di Kapanewon Turi. Hal-hal itu antara lain adalah aksesibilitas yang kurang memadai, adanya ruas jalan yang rusak di beberapa kawasan wisata, dan kurangnya informasi mengenai rute menuju destinasi wisata.

Selain itu, kendaraan umum yang tersedia untuk menuju ke kawasan wisata juga terbilang jarang, sehingga wisatawan cenderung memilih destinasi wisata lain yang lebih mudah dijangkau. Hal lain adalah minimnya fasilitas yang tersedia di kawasan wisata seperti toilet, tempat parkir, dan warung makan.

Kurangnya media promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola kawasan wisata juga mengakibatkan kurangnya informasi yang disampaikan kepada wisatawan potensial mengenai potensi wisata yang ada di Kapanewon Turi. Terindikasi pula kurang adanya dukungan kebijakan dan dana yang pro-pariwisata dari pemerintah terkait, hingga membuat pengelola kawasan wisata kesulitan dalam mengembangkan kawasan wisata.

up-6009430
Pemaparan Tim Riset TPP terkait KPP Lereng Merapi Bagian Selatan dan Sekitarnya pada 11 April 2023 di Kantor TPP. Sumber: Dokumentasi TPP

Penulis : Tim Jurnalistik

Bagikan

cover-5465170
cover-policy-brief-melacak-daya-ungkit-dana-desa-9942017
candi-5652359

Prambanan dan Ratu Boko, kawasan pariwisata di Sleman, Yogyakarta dikenal karena bangunan cagar budaya, namun masih menghadapi masalah kemiskinan. Kawasan

Form Kontak